Mengapa Sistem Code Blue Penting?

Ditulis pada Senin, 19 Oktober 2015 oleh: Administrator

SERANGAN JANTUNG
Sumber WHO menyatakan CVDs [Cardio Vascular Disease] adalah pembunuh nomor satu dan terbesar jumlahnya pada sejarah peradaban manusia. Jumlah korban yang meninggal dunia setiap tahunnya melebihi jumlah korban dari penyebab-penyebab lainnya.

CODE BLUE adalah kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung [Cardiac Arrest] atau mengalami situasi gagal nafas akut [Respiratory Arrest] dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan nyawa pasien. Dalam bahasa aslinya berbunyi sebagai berikut,"Code Blue is a declaration of or a state of medical emergency and call for medical personnel and equipment to attempt to resuscitate a patient especially when in cardiac arrest or respiratory distress or failure".
 

 
CodeBlue_640x320_indx



Penangan Code Blue memerlukan suatu rangkaian prosedur dan protokol dari tim yang mempunyai pelatihan khusus terhadap situasi tersebut, sebuah tim respon cepat dengan tanggap darurat terhadap upaya penyelamatan nyawa pasien pada tahap yang sangat kritis.

Siapakah yang menjadi anggota Kode Biru? Tak lain adalah semua anggota praktisi kesehatan dan medis dalam rumah sakit yang prihatin terhadap kondisi perubahan akut pada pasien.

Bilamana Kode Biru dapat diaktifkan pada perubahan yang akut terhadap kondisi pasien tersebut? Perubahan akut pada pasien dapat meliputi pada:

CodeBlue_Team_640x320_01
  1. Denyut Jantung [Heart Rate]
  2. Tensi Darah [Blood Pressure]
  3. Pernafasan [Respiratory Rate]
  4. Level Sadar [Consciousness]
Mengapa? Karena ada perubahan akut pada status pasien [Acute changes in patient status]
 
Rapid Response Team atau Tim Respon Tanggap Darurat Rumah Sakit adalah para petugas medis yang terlatih dalam penanganan situasi kritis yang dimaksud tersebut.
 
Petugas Medis tersebut haruslah mempunyai sertifikasi khusus dalam upaya pertolongan pertama pada pasien serangan jantung, misalnya Petugas IGD yang bersertifikat ACLS [Advanced Cardiac Life Support], Perawat ICU dengan sertifikat CVICU [Cardiovascular Medical ICU] dan lainnya.
                                              
CodeBlue_Team_640x320_02Tim Kode Biru:                                     
      • Dokter IGD [ER]
      • Perawat ICU/ICCU
      • Petugas Kardiologi [Cardiologist]
      • Petugas Farmasi & Lab [Pharmacist]
      • Terapis Nafas [Respiratory Therapist]
      • Psikiater, & Petugas Radiologi
 
Peralatan Tim:
Code Blue / Emergency Trolley
 
 
Heart%2BAttackContoh kasus:                                            
                                                                                                              Seorang pasien mengeluh terhadap rasa nyeri pada dada yang 
 
menusuk hingga ke bagian belakang, perawat akan mencoba 
menghubungi dokter yang merawat pasien bersangkutan dengan melakukan komunikasi ke Petugas Telephone Operator, dokter akan hadir untuk memeriksa kondisi pasien dalam beberapa saat kemudian, dari observasi tersebut dinyatakanlah kondisi darurat Code Blue.
 
 
 
Telp%2BOprtr
Petugas Operator akan mendeklarasikan situasi "Code Blue" pada pengeras suara dengan maksud Tim Respon Cepat dapat mendengarkan panggilan tersebut dan bergegas menuju lokasi.
 
Itulah gambaran yang paling sering kita jumpai disini, bahwa lambatnya pertolongan pertama karena prosedur yang kurang efektif namun terkesan dipaksakan dengan dalih "sudah terbiasa" menjadi kasus sentinel yang akan berulang sepanjang masa.
 
Beberapa detik dapat berarti hidup atau mati dalam kondisi seperti ini.
 
Few%2BSeconds

Death

Kendala yang dihadapi oleh hampir semua rumah sakit adalah bagaimana memanggil petugas medis yang menjadi anggota Tim Respon Cepat atau Tim Darurat Kode Biru agar dapat mencapai lokasi pasien tersebut berada secara bersamaan dalam tempo waktu yang relatif cepat. 


Dalam upaya menjangkau tim tersebut, yang adalah tak lain dari para petugas medis yang sedang berdinas dengan mobilitas yang sangat tinggi,  diperlukan sebuah sarana komunikasi yang cepat dan akurat dengan penyampaian pesan secara singkat dan bersamaan agar semua anggota tim dapat menerima informasi tersebut serentak.

Komunikasi Efektif menjadi bagian yang sangat krusial, kritis dan vital dalam tahapan ini. Seringkali nyawa pasien tak tertolong karean faktor eksternal dari sistem komunikasi yang kurang memadai dan terasa kurang berorientasi terhadap keselamatan pasien.
 

Rumah Sakit telah mempunyai protokol terhadap penanggulangan bencana alam, mempunyai sistem proteksi kebakaran, namun patut disayangkan masih terlalu banyak rumah sakit di tanah air kita tercinta ini belum mengetahui bahwa Sistem Darurat Kode Biru itu juga bagian yang mutlak diperlukan dalam upaya penanganan pasien dalam kondisi kritis tersebut.


Kendala Utama yang patut dipikirkan lebih mendalam ketika penyiaran kode biru hanya dilakukan sebatas panggilan layaknya pemanggilan sopir di parkiran basemen via paging system atau Public Address Systems:

Operator


Telephone Operator:
 

  • Jalur telepon sedang sibuk karena digunakan
  • Operator juga belum tersambung karena sedang menerima telepon
  • Petugas Medis sedang on the phone atau sedang online
  • Kendala signal HP dokter karena isu kendala dengan jaringan
  • Dokter bersangkutan sedang melayani pasien lainnya



Kendala Utama Sistem Siar Kode Biru [Broadcasting]:
 

  • Apakah disetiap ruang rumah sakit terdapat pengeras suara?
  • Berapa lama penyiaran darurat itu akan berlangsung, 5 menit atau 10 menit?
  • Apakah setiap orang dapat dipastikan dapat mendengarkan pengumuman tersebut?


Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dilingkungan petugas medik dengan melakukan evaluasi terhadap sistem prosedur organisasi dengan memberikan inspirasi untuk mendongkrak kesadaran untuk penyediaan kesalamatan dan keamanan dalam kualitas tertinggi dari nilai kemanusiaan, itulah salah satu kutipan dari The Joint Commission's Mission [JCI] dalam National Patient Safety Goal Standards.

KEBUTUHAN AKAN SISTEM KOMUNIKASI YANG LEBIH BAIK

Dalam upaya JCI mengevaluasi kualitas dan hasil dari performa keselamatan pasien selama 10 tahun, mereka menemukan secara konsisten bahwa komunikasi menjadi 3 besar akar penyebab kejadian sentinel yang mengakibatkan kecelakaan yang fatal bahkan kematian karena keterlambatan penanganan karena miskinnya sistem yang diterapkan dalam komunikasi.

 

Sumber Tulisan: http://ayaripersada.blogspot.co.id/

Komentar: 0 Bagikan: Share on Google+ Cetak: Kategori: Tidak berkategori


Tinggalkan Komentar


Jam Layanan Poliklinik

Pelayanan di lakukan:

Hari Senin – Kamis, Pukul 07.30 – 12.00 WIB.

Hari Jum'at Pukul 07.30 - 10.00 WIB.

Hari Sabtu Pukul 07.30 - 10.30 WIB.

Buku Tamu

 

Poling

Bagaimana Tampilan Website RSUD Kabupaten Serang?

Statistik Pengunjung

  • 397667 Total Pengunjung
  • 48489 Unique Visitors
  • 39 Jumlah konten
  • 54.80.7.173 IP Anda
  • 10:12, 20/07/2018 Mengakses Sejak